Apakah Perlu Aksesibilitas Untuk Sebuah Blog

By
Advertisement
Saat ini banyak webmaster berbicara dan membahas tentang website aksesibilitas, timbul pertanyaan saya, apakah perlu dan apasih sebenarnya yang menjadi tolok ukur agar web atau blog kita dapat di gunakan oleh orang-orang tersebut (baca=cacat)?? Misalnya, orang buta dapat mengakses konten yang ada di situs kita? While I am certainly no expert where accessibility (Walaupun saya tentu saja tidak ahli dalam hal aksesibilitas).

Sedangkan arti dari aksesibilitas, menurut info yang saya tanyakan di google kurang lebihnya begini :
Aksesibel berarti tingkat kemudahan untuk dapat menuju, mencapai, memasuki dan menggunakan secara mandiri tanpa merasa menjadi obyek belas kasihan (object of charity).

Buta??? hmmm.. memang agak sedikit aneh dan tidak terpikirkan oleh saya, bagaimana tidak, sebagian besar para designer pembuat themes banyak menggunakan warna-warni agar telihat menarik, cantik dan WAH.. namun satu yang terlupakan, semua itu bisa dinikmati oleh mata yang tentu saja penglihatannya normal, tidak buta, buta warna serta rabun.. nah,, bagaimana jika yang mengakses blog kita itu seperti yang saya sebutkan diatas?? tentu saja hal ini akan sedikit merepotkan.. mereka tidak dapat melihat apa yang kita harapkan.

Ternyata orang butapun melakukan hal yang sama seperti kita yang penglihatannya normal, seperti berselancar di internet, membaca berita dan lainnya, dengan kemampuan penglihatan yang minim, biasanya mereka menggunakan aplikasi tambahan seperti Screen Reader (pembaca layar), beberapa jenis touchscreen khusus (layar colek sentuh) halah.. Braille Console yang menerjemahkan teks pada halaman web menjadi simbol Braille yang nantinya mereka dapat membaca isi dari artikel yang kita tulis dengan cara merasakannya atau membacanya melalui jari-jari. (hebat kan dengan jari aja dia bisa tahu apa yang kita tulis).

Memang benar, hampir 99% (ini mah menurut saya) para designer pembuat themes hampir melupakan tidak memperhatikan urusan yang satu ini, karena memang themes tersebut di buat untuk orang yang penglihatannya normal, dan kita.. ah.. lagi-lagi pake bahasa kita, loe aja deh, gw engga.. hanya sedikit sekali yang peduli, dan untuk mempunyai themes yang cocok dalam hal Accessibility dan Useability nya tentu saja tidak mudah untuk mendapatkannya di luaran sana, lalu bagaimana agar themes kita bisa Accessibility dan Useability?? yang harus dilakukan adalah sedikit atau banyak kita perlu merobak serta menambah atau menghilangkan beberapa kode-kode yang dianggap tidak perlu, bahkan kalo perlu kita membuat themes tersendiri khusus untuk ini.

Saya pribadi sebenarnya bukan penganut aliran Accessibility dan Useability, karena dengan kemampuan yang serba pas-pasan tidak sanggup untuk membuat yang seperti demikian itu, tapi saya senang mengikuti perkembangannya, alasan saya menyukainya karena saya suka dengan design yang minim dan simple... Bagaimana dengan anda?? apakah sudah menerapkan teknik Accessibility dan Useability???
Jika ada pemahaman yang tidak sesuai. silahkan laporkan di kolom komentar, saya akan sangat berterima kasih.

Sumber gambar : http://dilema-faril.blogspot.com/2010/05/bangunan-aksesible-untuk-difable.html
Edit : Sedikit di croping agar sizenya menyusut.
Sumber inspirasi :www.thesitewizard.com

22 komentar:

  1. Jawaban paling singkatnya: hak asasi. :)
    Coba situ ada di posisi mereka.

    BalasHapus
  2. Kebebasan akan untuk mengexplore .. semuanya ada konsekuensinya sobat,
    hak asasi bisa dijadikan acuan dan juga saya juga bukan Accessibility dan Useability "isme",
    dan saya tidak tau apakah blog sobat sudah mendukung untuk teman kita yang "berkekurangan" ..
    ;)

    BalasHapus
  3. repot banget kayaknya..
    bagi yg merasa perlu silakan ajalah, demi traffic kali ya.. :)
    salam kenal..

    BalasHapus
  4. aduh yg jadi masalah saya ga ngerti caranya, klo ada pluginnya sih bakal dicoba diterapkan

    BalasHapus
  5. @ mas masyhury, tulisan diatas bukan untuk mendatangkan trafict tapi mendatangkan JIN dari BAGDAD.. xixixi..
    @mas arip, ini bukan sejenis software atau script, tapi lebih kepada kemudahan dalam mengakses sebuah situs yang bisa diakses baik itu untuk orang yang normal maupun yang cacat. dengan demikian tidak ada lagi batasan atau jarak lagi dalam hal keteraksesan.

    BalasHapus
  6. hampir 99% (ini mah menurut saya) para designer pembuat themes hampir melupakan tidak memperhatikan urusan yang satu ini, karena memang themes tersebut di buat untuk orang yang penglihatannya normal,...

    Saya nggak setuju itu, theme yang mudah diakses tetap menjadi prioritas pada designer, biar memuat banyak warna atapun gambar tapi tidak/susah untuk diakses, loading lama, maka thema tersebut bakalan tidak laku kecuali dibuat menjadi gratisan.
    Anda bisa lihat theme apa yang paling mahal untuk saat ini? kemudian kemudahaan apa yang ditawarkan? tentu selain SEO ialah theme tersebut Aksesibel.

    BalasHapus
  7. Demi mengurangi komentar 'dejavu' saya, bisa dilihat juga diskusi saya di:

    a) nuedges.blogspot dot com/2010/08/kenapa-kita-harus-valid-css-dan-html.html

    b) nuedges.blogspot dot com/2010/07/cara-membuat-postingan-rata-kiri-kanan.html (komentar senada ini ada di sana juga)

    c) funktaztic dot com/ahh-saya-tidak-perduli/

    Situs lokal/Indonesia yang 1 tahun belakangan pernah/cukup sering membahas topik aksesibilitas Web dan 'Web usability' (seide maupun bertentangan): deconstructioncode.blogspot dot com, rismaka dot net/log, ardianzzz dot com, side22 dot com, kafegue dot com. :)

    Silakan 'Googling' jika belum puas dan masih bertanya-tanya. :)

    BalasHapus
  8. Aksesibel berarti tingkat kemudahan untuk dapat menuju, mencapai, memasuki dan menggunakan secara mandiri tanpa merasa menjadi obyek belas kasihan (object of charity).

    bener tuh artinya?? oke deh untuk sementara saya ikutin arti yang ini dulu. blm sempet nyari arti yang lain sih...

    makasih bli...
    dah "promo"in blogku...

    kok aku jd goyah ya??
    apa bener kita yang salah....
    karena kita tidak bisa mendisain theme yang "indah" tapi tetep bisa diakses oleh orang yang "kurang"...

    BalasHapus
  9. Nuedges,
    Ini bukan soal benar versus salah. Semuanya bisa saja benar atau salah, tergantung sudut pandang/target pengguna. :)

    Kutip: " karena kita tidak bisa mendisain theme yang “indah” tapi tetep bisa diakses oleh orang yang “kurang” ".
    Ada yang bisa mendesain luar biasa indahnya, tapi dia lalu berpikir kembali, apa itu benar-benar perlu?
    Kan Pak Erianto Anas (blogernas.co dot cc) juga berpendapat: "minimalis"= fungsional dan nyaman. Menurut saya, minimalis atau apapun istilahnya, fungsional dan nyaman yang sebenarnya itu bisa terukur melalui 'user testing' atau 'usability testing'. Jadi, hasilnya akan relatif sesuai target pengunjung masing-masing. :)

    BalasHapus
  10. jujur kalau saya belum menerapkannya mas..

    BalasHapus
  11. Perlu dan tidaknya tergantung target pembaca yang diharapkan kali ya!?

    BalasHapus
  12. Achot,
    Beberapa poin di sumber inspirasi tulisan ini (thesitewizard dot com) kurang tepat:

    a) Disebut alt itu tag, padahal atribut dari tag img.

    b) Warna teks hitam di atas putih tidak lagi dianjurkan. Disarankan memakai teks gelap di atas latar krem.

    BalasHapus
  13. Haha, saya tidak bisa ikut nimbrung di funktaztic, sepertinya kotak komentarnya tidak aksesibel. :)

    Perlu atau tidak perlu? Mungkin sedikit retorika bisa menjawabnya. "Perlukan kita membuat blog yang lebih baik?"

    Semua itu bertujuan untuk membangun blog, blogger dan blogosfer yang lebih baik.

    BalasHapus
  14. Oh ya, lucunya kalau si Surya itu tidak peduli, kenapa dia menuliskannya di blog?

    BalasHapus
  15. Jika anda adalah desainer web anda pasti akan bilang Aksesibilitas itu perlu tanpa berpikir panjang & bertele-tele. Seperti kasus Roy Suryo, tidak semua blogger itu hacker, begitu juga tidak semua blogger itu webdesainer atau minimal orang yang antusias terhadapnya.

    Salah kaprahnya adalah pengertian umum tentang webdesainer adalah orang yang mendesain tampilan sebuah web, layout atau sering disebut user interface. Padahal cakupan desain web lebih luas daripada sekedar desain grafis.

    Jika hal tersebut — aksesibilitas, validitas dsb — adalah pernik/detil mungkin memang benar. Saya sendiri berpendapat kualitas seorang desainer dilihat dari seberapa dalam dia melihat detil-detil pada sebuah desain.

    BalasHapus
  16. Ardianzzz,
    Justru melihat dari sisi lain itu yang menarik. Ya, wajar Mas Surya menutupnya, sebelum kalian merecoki juga. :)

    BalasHapus
  17. blogwalking mas. kunjungi blogku juga ya

    BalasHapus
  18. wah, menurut saya sih malah perlu banget . . .

    BalasHapus
  19. "Thanks for sharing, this is a fantastic article post.Much thanks once again. Neat."

    BalasHapus
  20. Sudah saatnya daftar sekolah.. Let's school.. go to school.. Mari Sekolah .. Ayo Kuliah.. Keep spirit. Semangat selalu sob.. salam sukses. Thanks

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.