Air tak selalu jernih
begitu juga ucapanku
begitu juga ucapanku
Kapas tak selalu putih
begitu juga hatiku
begitu juga hatiku
Langit tak selalu biru
begitu juga hidupku
begitu juga hidupku
Jalan tak selalu lurus
begitu juga langkahku
begitu juga langkahku
Jika Maaf itu bisa terucap hari ini
Untuk Apa menunggu hari raya tiba
Sedangkan hembusan Napas pun
Kita tak pernah tau kapan akan
Berhenti…
Untuk Apa menunggu hari raya tiba
Sedangkan hembusan Napas pun
Kita tak pernah tau kapan akan
Berhenti…
Maka dari itu ku ingin Mohon Maaf atas
Kesalahan Kekhilafan maupun
Perbuatan yg sengaja ataupun tidak
sengaja.. yang membuat sakit hati
Kesalahan Kekhilafan maupun
Perbuatan yg sengaja ataupun tidak
sengaja.. yang membuat sakit hati
Sebelum ramadhan pergi
Sebelum idul fitri datang
Sebelum operator sibuk
Sebelum BBM pending
Sebelum pulsa habis
Sebelum idul fitri datang
Sebelum operator sibuk
Sebelum BBM pending
Sebelum pulsa habis
sama2 bro, mhn maaf lahir batin. Moga makin sukses.
BalasHapusMinalaidzin wal faidzin. mohon maaf lahir dan batin juga gan.... semoga di berikan jalan yang terbaik untuk semua dan rejeki yang lancar juga,,, Amin.
BalasHapusKarena salah satu sifat bahasa manasuka, kedua pemaknaan tersebut tentu saja sah dan boleh-boleh aja. Walaupun demikian, kalau direnungkan lebih dalam pemaknaan Idul Fitri versi pertama tersebut (kembali menjadi manusia yang suci) sesungguhnya sangat berat dan spekulatif. Betulkah puasa Ramadhan yang kita lakukan selama satu bulan tersebut diterima oleh Allah SWT, sehingga menggugurkan dosa2 kita dan mengantarkan kita menjadi manusia-manusia yang suci laksana seorang bayi? Padahal Rasulullah saw.menengarai melalui sabdanya, bahwa sungguh betapa banyak orang yang berpuasa –tetapi karena tidak dilakukan dengan keimanan dan perhitungan (ikhtisaban)—maka yang bakal dia peroleh hanyalah rasa lapar dan dahaga saja. Jadi persoalan diterima tidaknya amalan puasa ramadhan seorang hamba benar-benar hanya Allah saja yang mengetahuinya. Atas dasar karena puasa ramadhan seseorang belum tentu diterima oleh Allah inilah, maka ucapan tahniah atau ucapan selamat yang diajarkan oleh rasulullah saat antarsesama muslim bersua di hari Iedul Fitri yakni ‘Taqobalallahu minna waminka (waminkum), waja’alana minal adin wal faizin”, yang artinya “Semoga Allah menerima amaliyah ramadhan saya dan ramdhan anda/kalian, dengan demikian kita akan menjadi orang yang kembali (kpd agama) dan orang yang berbahagia karena telah beroleh kemenangan”.
BalasHapusPara sahabat Nabi bila bertemu saat hari raya Islam akan mengucapkan “Taqobalallahu minna wa minkum”, yang artinya “Semoga Allah menerima amalan kami dan kamu”. Sedangkan kalimat “minal aidin wal faizin” tidak ada di kamus bahasa Arab kecuali kata perkata, kalimat ini hanya dipahami oleh orang Indonesia sebagai ucapan lebaran, yang arti sebenarnya adalah “termasuk orang yang kembali dan menang”.
BalasHapus